"kita sadar ingin bersama...tapi tak bisa apa-apa..
terasa lengkap bila kita berdua,
terasa sedih bila kita di rak berbeda
didekatmu kotak bagai nirwana
tapi saling sentuh pun kita tak berdaya.."
Sepatu-Tulus
"bukankah sekarang kita sedang berada di pulau yang sama? :)"
- sebuah ungkapan dari hati anak manusia
Menemukan salah satu tulisan keren di tumblr, sekali lagi sayang kalau tidak di share disini. Terimakasih buat tudzlla yg sudah nge-reblog tulisan dia ini. Akhirnya aku jadi tau kalau ada tulisan keren ini. Dibawah ini adalah tulisannya, dan kalau mau baca langsung yang aslinya, bisa buka link disini
Pendekatan Vertikal
Mungkin, kita sudah pernah bertemu sebelumnya
Atau bisa jadi, masing-masing kita adalah asing, yang kelak akan akrab satu sama lain.
Barangkali kita pernah berpapasan, namun kita tidak menyadarinya.Banyak manusia berpikir bahwa cara yang baik untuk dekat adalah dengan mendekat secara horizontal. Padahal, mendekat secara horizontal bukanlah jaminan keduanya akan mendekat, bisa jadi hasil akhirnya hanyalah keduanya berkejaran, yang satu berlari menjauh, yang satu mengejar, tanpa pernah menjadi dekat satu sama lain.Hey, dengar. Coba pikirkan ini: apa yang terjadi jika kedua titik dengan jarak tertentu mendekat menuju satu titik yang sama secara vertikal , keduanya akan bertemu, bukan?Stop. Jangan mendekat. Tetaplah pada jalanmu, dan aku pada jalanku. Menuju titik vertikal kita yang sama. Pun jika kita tak bertemu, kita masih berada pada satu tujuan, karena kita sama-sama menuju-Nya :)Cukup dekati aku secara vertikal, karena jika Tuhan mengizinkan, kita akan dekat secara horizontal dengan sendirinya :)Surabaya, 16 April 2014
Luthfi Rizki Fitriana
" Satu waktu, izinkan aku berada satu shaf di belakangmu.
Mengikuti gerakan sholatmu dari takbir hingga salam.
Kemudian mencium tanganmu dan berdoa bersama.
Satu waktu, izinkan aku berada satu shaf di belakangmu.
Mengikutimu, menghormatimu, dan menghargaimu.
Karena bagiku kamu bukan hanya kepala, namun juga pemimpin.
Satu waktu izinkan aku berada satu shaf di belakangmu.
Menyemangati setiap langkahmu dari belakang.
Menjadi tempatmu berbagi untuk mengambil keputusan.
Satu waktu, izinkan aku berada satu shaf di belakangmu.
Berbaliklah jika kau lelah dan ingin mengeluh.
Aku rumahmu. "
Serangkaian kalimat di atas, tidak sengaja didapat pada salah satu postingan adek kelasku di media social Path. Sayang kan kalau tidak di share di blog ini :)
Selamat siang, selamat beraktivitas semua.
dan.. semangat ya yang disana :) semoga Allah selalu melindungimu :)
